Sekuat manapun jiwa, fikiran dan fisik seorang manusia, ada waktunya akan goyah juga oleh ujian hidup. Manusia tetap lemah, ia memerlukan istirahat dan ketenangan. Bukan hanya istirahat badan, tetapi istirahat jiwa dan fikiran. Bayangkan jika badan dibanting terus menerus ‘digempur’ dengan kerja keras, apa jadinya ?
Begitu jugalah manusia kalau dihentak oleh ujian hidup tanpa adanya hiburan. Jiwa resah dan pikiran bisa kusut. Seseorang akan jadi tidak tenang, dapat dengan mudah terpercik keresahan dan kemarahan. Hal ini justru akan bisa mengundang perpecahan antar manusia. Manusia melakukan berbagai cara untuk menghibur dirinya. Tetapi kerap ditemui bahwa hiburan yang ditemui adalah hiburan yang bersifat semu dan palsu. Kita perlu mengetahui arti hiburan sejati. Jika tidak, hati bukan semakin senang tetapi semakin susah. Akibatnya terjadilah kekosongan, ketegangan dan kebosanan jiwa. Inilah yang banyak dialami oleh manusia zaman modern ini -hiburan semakin pesat dan maju, tetapi orang yang ‘sakit jiwa’ ternyata semakin bertambah pula.
Hiburan sejati bertumpu di hati. Inilah hiburan yang hakiki. Ia sesuai dengan fitrah manusia tanpa menimbulkan efek samping yang negatif. Hiburan sejati menjadi obat bagi diri sendiri. Kesembuhannya awet dan berkepanjangan. Sifatnya menenangkan dan membahagiakan dan mengacu pada kenyataan yang ada. Sekiranya ada masalah, hiburan sejati akan menyelesaikannya bukan malah menambah masalah.
Sebaliknya hiburan palsu berdiri pada nafsu. Ia bertentangan dengan fitrah manusia. Sifatnya bukan saja tidak menyelesaikan masalah tetapi akan menambah masalah yang sudah ada. Efek sampingnya (negatif) sangat banyak. Ia melalaikan dan mempesona untuk sementara. Namun seketika itu pula, kesusahan akan datang kembali. Ia berlandaskan pada fantasi, angan-angan dan khayalan. Kita mesti dapat membedakan antara hiburan dengan perkara yang melalaikan. Misalnya sejam kita menghibur diri dengan hiburan yang melalaikan, kita akan lupa pada masalah yang sedang kita hadapi saat itu tetapi setelah itu, yakni setelah kembali ke alam realita, masalah akan datang kembali. Malah kadangkala lebih parah dari sebelumnya. Betapa banyak manusia yang masih gelisah walaupun sering menghibur diri dengan apa yang dikatakan ‘hiburan’ termasuk para penghibur. Baca entri selengkapnya »

Gbr. Penyakit Konjungtivitis
Komentar Terakhir