Menghafal Al Quran bagi seorang muslim semestinya suatu keharusan. Al Quran sebagai kitab suci, mu’jizat, petunjuk, pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia selayaknya tidak hanya tersimpan dan terukir di lembaran-lembaran kertas atau media lain saja, tapi bagaimana cara untuk kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa melekatkan Al Quran didalam dadanya atau hatinya dengan kata lain menghafalnya.
Sudah begitu banyaknya metode-metode menghafal Al Quran yang dijabarkan namun kembali kepada individu masing-masing, apakah ada niat dan tekad untuk dapat menghafal Al Quran. Namun telah menjadi sifat nafsu manusia yang senantiasa menghalang-halangi niatan untuk menghafal. Manusia justru lebih cenderung untuk meraih sesuatu yang sifatnya nyata, sesuai dengan sunnah kehidupan bahwasanya dunia ini dikuasai oleh hal-hal yang bersifatkan bisa dilihat, dirasa, diraba/sentuh, dan sejenisnya, untuk itulah dunia ini dikatakan alam dhohir.
Contoh yang nyata, si Fulan akan menempuh jalan/cara/metode apapun untuk meraih kekayaan, kedudukan atau hal yang berkaitan dengan keduniaan yang ia ingini, mulai dari cara yang mudah/praktis, sulit, baik, buruk, aman atau bahaya. Tentu dengan harapan dan angan-angan Fulan dapat meraih impiannya. Namun ketika Fulan dihadapkan dengan hal-hal yang bersifat bathin, akhirat, pahala, keselamatan/kebahagiaan yang abadi justru malah memandang dengan sebelah mata, padahal inilah yang hakiki sebagai salah satu risalah manusia dihidupkan di dunia ini. Jangankan berusaha meraihnya dengan segala cara/metode, menjalankan satu cara saja yang dianjurkan agamanya terkadang separuh-separuh. Tidak pernah terbesit dibenaknya bagaimana cara untuk menghafal Al Quran (sesuai topik kita), jika satu metode gagal atau kurang maksimal, bagaimana ia harus menyiasatinya, metode apalagi yang harus ia lakukan, kasarnya ‘pokoknya bagaimana caranya yang penting bisa menghafal Al Quran!’
Berikut ini diuraikan beberapa metode menghafal Al Quran yang diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat:
Metode Hanifida
Baca artikel sebelumnya. Sampai saat ini saya sendiri belum tahu detail teori dan prakteknya, katanya ada buku paketnya seharga 120 ribu. Tapi cari dimana ya? ada yang tahu?
Cara Praktis Menghafal Al Quran, artikelnya bisa didownload di:
http://www.islamhouse.com/d/files/id/ih_articles/id_Cara_Praktis_Menghafal_Quran.pdf
atau
http://www.islamhouse.com/d/files/id/ih_articles/id_Cara_Praktis_Menghafal_Quran.doc
Metode Menghafal Al Quran, diambil dari http://dkmfahutan.wordpress.com/2007/08/02/metode-menghafal-al-qur%E2%80%99an/
Berikut ini adalah salah satu dari metode bagi anda yang mau menghafal ayat-ayat dalam al Qur’an. Tapi yang perlu diperhatikan sebelumnya bahwa,
Obat terbesar dalam menghafal dan memahami adalah taqwa kepada Allah SWT. “Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Dia mengajarimu”
Imam Syafi;i berkata, “Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki’, lalu guruku berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku kemudian berkata: ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang maksiat’”.
Adapun langkah-langkah menghafal al Qur’an, sebagai berikut:
- Hendaklah permulaan hafalan al Qur’an dimulai dari surat An Naas lalu al Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat al Qur’an. Cara ini akan memudahkan tahapan dalam perjalanan menghafal Al Qur’an serta memudahkan latihan dalam membacanya di dalam shalat baik.
- Membagi hafalan menjadi dua bagian. Pertama, hafalan baru. Kedua, membaca al Qur’an ketika shalat.
- Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga maghrib untuk hafalan baru.
- Mengkhususkan waktu malam, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca al Qur’an di dalam shalat.
- Membagi hafalan baru menjadi dua bagian: Pertama hafalan. Kedua, pengulangan. Adapun hafalan, hendaknya ditentukan waktunya setelah shalat fajar dan setelah Ashar. Sedangkan pengulangan dilakukan setelah shalat sunnah atau wajib sepanjang siang hari.
- Meminimalkan kadar hafalan baru dan lebih memfokuskan pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.
- Hendaklah membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai jumlah hari dalam sepekan, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam.
- Setiap kali bertambah kadar hafalan, maka hendaklah diulangi kadar pembagian pengelompokan pekanannya agar sesuai dengan kadar tambahan.
- Hendaklah hafalannya persurat. Jika surat tersebut panjang, bisa dibagi menjadi beberapa ayat berdasarkan temannya. Tema-tema yang panjang juga bisa dibagi menjadi dua bagian atau lebih. atau dapat juga dikumpulkan surat-surat atau tema-tema yang pendek menjadi satu penggalan. Yang penting pembagian tersebut tidak asal-asalan, bukan berdasarkan berapa halaman atau berapa barisnya.
- Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan sama sekali melewati surat apapun sampai ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapa pun panjangnya. Dan setelah menghafalnya secara keseluruhan, maka hendaklah diulang-ulang beberapa kali dalam tempo lebih dari satu hari.
- Apabila di tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surat, maka hendaklah dilakukan pengulangan kembali disiang hari di hari berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, tidak dibenarkan memulai hafalan baru. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di awal-awal hari setelah menyelesaikan hafalan baru.
- Sangat dianjurkan sekali untuk memperdengarkan surat-surat yang akan digunakan dalam shalat malam kepada orang lain.
- Sangat baik mendidik anggota keluarga dengan metode ini. Caranya dengan membuat jadwal pekanan bagi setiap anggota keluarga dan memperdengarkan hafalan kepada mereka di siang hari, mengingatkan kepada mereka, memotivasi mereka untuk membacanya ketika shalat malam, serta membekali mereka supaya bisa berlatih sehingga tumbuh berkembang diatas al Qur’an. Dan al Qur’an bisa menjadi teman bagi mereka yang tidak bisa lepas darinya dan tidak kuasa untuk berpisah dengannya. Serta bisa menjadi lentera yang menerangi jalan kehidupan mereka.
- Hendaklah memperhatikan cara membacanya. Bacaan harus tartil (perlahan) dan dengan suara yang terdengar oleh telinga. Bacaan yang tergesa-gesa walaupun dengan alasan ingin menguatkan hafalan baru adalah bentuk pelalaian terhadap tujuan membaca al Qur’an (untuk memperoleh ilmu, untuk diamalkan, untuk bermunajat kepada Allah, untuk memperoleh pahala, untuk berobat dengannya).
- Tujuan dari menghafal al Qur’an bukanlah untuk menghafal lafadz-lafadznya dalam jumlah yang banyak. tetapi tujuannya adalah mengulang-ulang surat yang telah dihafal dalam shalat dengan niatan, mentadabburi al Qur’an. tetapi apabila mampu menghafal banyak surat sesuai apa yang telah disebutkan diatas, itu lebih utama dari pada sedikit menghafal. Yang terpenting adalah menerapkan kaidah diatas. Apabila menurutmu waktu sangat sempit maka ambillah kadar yang sedikit namun terus diulang-ulang.
Menghafal Nama-Nama Surah Al-Qur’an
Menghafal Nama-Nama Surah Al-Qur’an dengan mudah dan menyenangkan, lihat atau download di http://www.scribd.com/doc/4643664/Menghafal-NamaNama-Surah-AlQuran
Komentar Terakhir