Alhamdulillah sekarang sudah agak mendingan dan bisa ngisi blog lagi setelah mulai 3 hari kemarin tidak bisa beraktivitas normal.. yah 3 hari kami sekeluarga kedatangan tamu tak diundang, namanya Mbah Konjungtivitis. Siapa tuh? hehehe itu mah penyakit, salah satu jenis penyakit mata yang very very menular. Tapi disini bukan untuk cerita penderitaan melainkan berbagi ilmu aja barangkali ada yang diri, keluarga, temannya kena penyakit keren ini jadi bisa mbantu sekaligus melakukan pencegahannya.
Gbr. Penyakit Konjungtivitis
NB: Gambar diatas bukan gambar mata saya. Gambar saya pilihkan yang masih enak dipandang, karena di google gambarnya norak-norak tidak sedap dipandang mata hehehe…
Definisi:
Dari beberapa sumber nih die informasi bekisar (kayak nama ayam yah.. berkisar kali yee) penyakit mata Konjungtivitis.
Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Peradangan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai macam gejala, salah satunya adalah mata merah.
Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, atau kontak dengan benda asing, misalnya kontak lensa.
Konjungtivitis virus biasanya mengenai satu mata. Pada konjungtivitis ini, mata sangat berair. Kotoran mata ada, namun biasanya sedikit.
Konjungtivitis bakteri biasanya mengenai kedua mata. Ciri khasnya adalah keluar kotoran mata dalam jumlah banyak, berwarna kuning kehijauan.
Konjungtivitis alergi juga mengenai kedua mata. Tandanya, selain mata berwarna merah, mata juga akan terasa gatal. Gatal ini juga seringkali dirasakan dihidung. Produksi air mata juga berlebihan sehingga mata sangat berair.
Konjungtivitis papiler raksasa adalah konjungtivitis yang disebabkan oleh intoleransi mata terhadap lensa kontak. Biasanya mengenai kedua mata, terasa gatal, banyak kotoran mata, air mata berlebih, dan kadang muncul benjolan di kelopak mata.
Konjungtivitis virus biasanya tidak diobati, karena akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Walaupun demikian, beberapa dokter tetap akan memberikan larutan astringen agar mata senantiasa bersih sehingga infeksi sekunder oleh bakteri tidak terjadi dan air mata buatan untuk mengatasi kekeringan dan rasa tidak nyaman di mata.
Obat tetes atau salep antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati konjungtivitis bakteri. Antibiotik minum juga sering digunakan jika ada infeksi di bagian tubuh lain. Pada konjungtivitis bakteri atau virus, dapat dilakukan kompres hangat di daerah mata untuk meringankan gejala.
Tablet atau tetes mata antihistamin cocok diberikan pada konjungtivitis alergi. Selain itu, air mata buatan juga dapat diberikan agar mata terasa lebih nyaman, sekaligus melindungi mata dari paparan alergen, atau mengencerkan alergen yang ada di lapisan air mata.
Untuk konjungtivitis papiler raksasa, pengobatan utama adalah menghentikan paparan dengan benda yang diduga sebagai penyebab, misalnya berhenti menggunakan lensa kontak. Selain itu dapat diberikan tetes mata yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal di mata.
Pada dasarnya konjungtivitis adalah penyakit ringan, namun pada beberapa kasus dapat berlanjut menjadi penyakit yang serius. Untuk itu tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mata jika terkena konjungtivitis.
(Diambil dari: http://www.wartamedika.com/2008/02/konjungtivitis-mata-merah.html)
Pengobatan:
Untuk pengobatan ini saya paparkan berdasarkan pengalaman kemarin.
Kebetulan istri punya teman dokter, jadi tinggal call aja… tut tat tulit tut tut tit tat tut… halo.. bla bla bla.. sakit apa, gejala gimana, dan walhasil disuruh ngasih obat tetes mata yang judulnya Cendo Xitrol dan alternatif obat mata bentuk salep dengan judul Gentamicin.
Dicoba dicoba… yang dipake hanya Cendo Xitrol aja yang obat tetes mata itu. Singkat cerita 2-3 hari sudah berangsur-angsur pulih.
Informasi Pengobatan dari sumber lain untuk ilmu ketahuan aja:
Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.
Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.
Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.
Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.
(Diambil dari: http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Health_Medical/?kid=1863)
Perhatian!
Putri dari kakak istri saya yang terkena penyakit mata ini sembuh cukup dengan menggunakan obat tetes mata Insto. Waktu itu saya juga coba tapi hasil negatif alias tidak ada indikasi sembuh. Pas baca-baca ternyata penggunaan Insto itu tidak boleh terlalu sering! Jika sakit masih berlanjut segera hubungi mantri eh dokter aja biar aman terkendali.
Kesimpulan: Sharing pengalaman diatas jangan digunakan patokan mutlak untuk Anda menggunakan cara pengobatan seperti yang kami lakukan, selalu dan selalu dihimbau untuk tetap menghubungi dokter demi keselamatan dan kesehatan Anda.
Komentar Terakhir